Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Desember 2010

Perbedaan Komputer Stand By dan Hibernate


Apa sih Standby itu…Hibernate apa lagi itu…?? Perlu diketahui bahwa apabila komputer dalam keadaan mati bukan berarti bahwa komputer kita tersebut sudah tidak mengkonsiumsi listrik lagi, tetap masih memakai listrik walaupun sangat sedikit sekali pemakaiannya. Contohnya saja jika komputer kita dilakukan proses stand by dia memakan daya listrik kurang lebih 5 watt, dan jika di hibernate memakan paling banter 3 watt atau malah lebih sedikit. Dan komputer dalam keadaan mati juga membutuhkan daya listrik yang kurang lebihnya sama (kecuali jika kabel dicabut).

Lalu apa sich kelebihan dari Stand by dan Hibernate…

Kelebihan dari stand by/hibernate adalah, saat menyalakan kembali, keadaan komputer masih sama persis seperti saat terakhir kita tinggalkan. Jadi kalo masih ada file word dan winamp yang masih terbuka, ya waktu kita nyalakan kembali dia akan tetap dalam keadaan terbuka seperti terakhir kita tinggal.

1. Stand By

Stand By berarti komputer dalam keadaan “mati suri”. stand by dibedakan menjadi 2 : S1 (komputer mati tapi fan masih menyala) dan S3 (Komputer benar2 dalam keadaan seperti mati). Pengaturan S1 dan S3 bisa dilakukan via BIOS. Nah kelamahan Stand by adalah, keadaan komputer disimpan dalam RAM, sehingga bila selama stand by aliran listrik ke komputer terputus (misal: mati lampu), maka komputer akan mati dalam keadaan tanpa di shut down, dan pekerjaan yang masih kita tinggalkan juga akan tertutup seperti jika komputer dimatikan.

2. Hibernate

Hampir sama dengan Stand By S3. Bedanya adalah, meskipun pasokan listrik terputus, setting komputer terakhir akan tetap tersimpan. Jadi pekerjaan yang masih kita tinggalkan akan tetap dalam keadaan terakhir kita tinggalkan. Konsekuensinya adalah, kita membutuhkan ruang dalam hard disk seukuran dengan ukuran RAM yang terpasang untuk menyimpan keadaan komputer terakhir.

Nah ada cara untuk setting stand by/hibernate otomatis bila komputer dalam keadaan idle/nganggur. Kan sering tu kita lagi ngetik trus ditinggal pergi trus lupa balik lagi, ato lagi lebur tugas trus ketiduran. Ini cara buat set komputer otomatis stand by/hibernate :

1. Klik kanan di desktop
2. Pilih tab properties
3. Pilih screen saver trus klik opsi Power
4. Tinggal pilih deh ada beberapa pilihan.
- Turn off monitor after…minutes
- Turn off hard disk after …minutes
- Stand by after …minutes
- Hibernate after …minutes <<>>

Nah kalo mau manual lebih gampang lagi. Tinggal klik turn off computer/Alt+F4, trus stand by ada di paling kiri. Kalo mau hibernate, tekan shift dan tombol stand by akan berubah jadi hibernate, tapi inget hibernate harus aktif dulu.

Pasti uda banyak yang tahu ya…tapi semoga membantu buat yang belum tahu…

TipsMerawatNotebook

TipsMerawatNotebook



Sering kali kita melihat seseorang yang menenteng-nenteng laptop ke arah dimana ada sumber hotspot. Namun, jarang sekali kita memperhatikan bagaimana kondisi laptop kita?!… mungkin ketika laptop kita sudah menunjukkan gejala-gejala aneh atau trouble, kita baru sadar kalau laptop kita ternyata kondisinya sudah memprihatinkan. Hal tersebut masih sering kita lihat di sekitar kita. Ada baiknya bagi Anda yang mempunyai laptop, untuk dapat mengikuti 10 tips merawat notebook/laptop berikut ini:

1. Tempatkan Notebook pada tempat yang rata/datar agar lubang ventilasi yang letaknya di bagian bawah Notebook tidak tertutup. Pastikan Notebook berada di tempat stabil, tidak banyak goyangan dan getaran yang dapat merusak Harddisk, Optical Drive, socket-socket serta komponen mekanik lainnya.
2. Sebelum menghidupkan Notebook, pastikan kondisi battery masih ada daya yang cukup untuk proses booting sampai menjalankan OS. Bila ragu, pasang adaptor, lalu hidupkan Notebook Anda. Kekurangan daya battery sewaktu dihidupkan, akan menyebabkan gagal booting dan harddisk dapat rusak permanent.
3. Pastikan dengan teliti stop kontak adaptor apakah sudah tertanam dengan baik dan stabil. Bila tidak, akan terpercik bunga api pada stop kontak yang berakibat proses charge akan putus sambung. Kemungkinan terburuk setiap percikan oleh battery dianggap 1 cycle charging (Batt Lithium +/- 1000 x charging). Pengalaman membuktikan akibat stop kontak kendor telah mengakibatkan umur battery menjadi sangat pendek bahkan ada yang hanya berumur 1 bulan saja battery rusak.
4. Perhatikan indikator battery sebelum mengisi (men-charge) Notebook Anda. Bila menunjukkan kapasitas battery <80%, sebaiknya battery dihabiskan dulu, baru kemudian di-charge. Bila menunjukkan >80%, Anda dapat bekerja bersamaan dengan adaptor terpasang pada Notebook dan tidak perlu khawatir terjadi overcharge, karena Notebook terbaru telah dilengkapi proteksi overcharge. Mengapa demikian? Baterry Lithium pada kondisi normal mampu diisi dan dipakai +/- 1000 cycle dan pada kondisi >85% bila diisi kembali battery belum menganggap 1 cycle charge, akan tetapi kalau kondisi <80% dianggap sebagai 1 cycle charge dan recharge, sehingga umur battery akan berkurang 1 cycle. Apabila Notebook tidak dipakai dalam waktu yang lama (lebih dari 1 minggu), sebaiknya battery dan adaptor di lepas. Pastikan Notebook dalam keadaan benar-benar mati (Shutdown) saat akan disimpan dalam waktu lama.
5. Jangan biasakan menggunakan Notebook dengan adaptor saja dan battery dilepas. Rumor diluar mengatakan bila bekerja dalam jangka waktu yang lama sebaiknya battery dilepas karena bisa rusak akibat overcharge. INGAT!!! itu akan menjadi malapetaka besar manakala listrik mati tiba-tiba dari PLN. Harddisk dalam Notebook bisa rusak parah berikut data didalamnya. Padahal, file-file DATA kadang jauh lebih bernilai daripada Notebook itu sendiri. Jadi, selain sebagai penyimpanan daya, battery juga berfungsi membantu menyediakan daya yang stabil dikala adaptor saja tidak cukup mencukupi saat Processor bekerja dengan maximum.
6. Jika hendak membawa Notebook dan dimasukkan dalam tas, pastikan Notebook sudah dalam kondisi Shutdown. Apabila masih standby, dikhawatirkan Notebook tiba-tiba hidup sendiri karena terkadang ada perintah-perintah resident yang terlupakan sewaktu standby. Saat Notebook hidup kembali tetapi masih berada didalam tas, akan terjadi gangguan sirkulasi udara sehingga menjadi sangat panas bahkan chasingnya bisa meleleh. Kemungkinan lain, bila terjadi goncangan saat Notebook dalam keadaan hidup, harddisk dan data didalamnya akan rusak.
7. Jangan membawa banyak barang dalam tas hingga berdesakan dengan Notebook, karena dapat mengakibatkan panel LCD Notebook Anda retak/pecah . . . . (Ingat!!! harga LCD Panel Notebook sangat mahal +/- 2.5 jt)
8. Tambahkan pelindung layar (screen protector) agar layar tidak mudah tergores, pelindung keyboard (keyboard protector) agar keyboard tidak kemasukan debu/cairan yang mengakibatkan kerusakan pada tuts keyboardnya dan gunakan cooling pad bila Notebook akan digunakan dalam waktu yang lama, agar sirkulasi udara dalam Notebook terjaga.
9. Jangan meletakkan Handphone diatas Notebook maupun di atas keyboard Notebook. Lebih baik jauhkan Handphone dari Notebook Anda. Pengalaman membuktikan, Handphone sewaktu ada call atau saat menerima sms, mengeluarkan radiasi yang sangat besar sehingga akan merusak chips dalam Notebook yang terbukti sangat sensitif terhadap radiasi elektromagnetik. Akibat yang sering terjadi adalah kerusakan chips keyboard controller yang mengakibatkan beberapa angka/huruf tidak dapat keluar.
10. Update antivirus Notebook anda sesering mungkin, hindari situs-situs internet berbahaya, karena banyak spyware, spam, malware, dll. Hindari tukar menukar data dengan sesama pengguna komputer tanpa di check dengan antivirus terlebih dahulu, dan gunakan software original (bukan bajakan) agar aman dan nyaman.

Semoga tips tersebut dapat bermanfaat bagi Anda pengguna Notebook agar bisa lebih berhati-hati untuk merawat Notebooknya.

Minggu, 11 Juli 2010

Otak kanan atau Otak Kirim





Dalam kegiatan Entrepreneurship Event tahun 2008 beberapa bulan yang lalu, salah satu pembicara mengatakan bahwa faktor penentu kesuksesan seorang wirausahawan diantaranya adalah lebih dominannya otak kanan daripada otak kiri. Menurutnya, dengan berpikir memakai otak kiri yang serba rasional, orang akan cenderung ragu untuk melangkah dan tidak berani mengambil keputusan untuk memulai berbisnis. Sebaliknya, orang yang lebih dominan menggunakan otak kanannya dinilai lebih peka menangkap peluang, lebih encer menuangkan ide atau gagasannya, lebih kreatif, inovatif dan lebih berani mewujudkan gagasan atau idenya, bahkan terkesan tidak banyak pertimbangan dalam menangkap peluang. Seorang wirausahawan biasanya cepat mengambil keputusan, tangkap dulu peluang, bagaimana mewujudkannya itu urusan nanti. Informasi ini terus terang menggelitik saya untuk mengetahui lebih jauh tentang otak kanan dan otak kiri. Apa benar sich ?


Beginilah anatomi otak kita. Ada dua belahan otak kita, yaitu belahan otak kanan dan otak kiri. Setiap belahan otak kita, baik otak kiri ataupun otak kanan, mempunyai fungsi yang berbeda. Belahan otak kiri berhubungan dengan logika, analisa, bahasa, rangkaian (sequence), dan matematika. Otak kiri biasanya diidentikkan dengan kecerdasan analitik. Jadi, belahan otak kiri kita berhubungan dengan hal-hal yang kuantitatif, berpikir teoritis, intelektual, logis, linier dan rasional. Otak kiri kita akan merespon terhadap masukan-masukan yang membutuhkan kemampuan mengupas, menelaah atau meninjau (critiquing), menyatakan (declaring), menganalisa, menjelaskan, berdiskusi dan memutuskan (judging). Cara kerja otak kiri sangat rapi, terstruktur dan sistematis. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat saat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mendetail. Orang yang biasanya lebih mengandalkan otak kiri adalah seorang peneliti atau scientist.
Ciri-ciri orang yang lebih dominan otak kirinya adalah :
•Mampu menghasilkan sesuatu dengan matang dan terstruktur
•Sering dapat juara / rangking di kelas atau IP tiap semester bagus.
•Menyukai matematik dan sesuatu yang berhubungan dengan logika
•Berfikir analitis,tajam dan jelas
•Serius dalam segala hal
•Enterprener yang sukses lewat perhitungan matang
•Lebih disiplin dalam segala hal
•Belajar terus-jarang keluar kamar, urusan akademik melulu.
•Bersifat tertutup, kurang bergaul (kuper),
•Tidak menyukai petualangan / tantangan
Tidak bisa dipungkiri bahwa pada umumnya dominasi fungsi otak kiri jauh lebih besar daripada otak kanan, karena kemampuan analisis, logika dan matematika (hitungan kuantitatif) lebih dominan diajarkan dalam proses pembelajaran kita dibandingkan fungsi belahan otak kanan yang sangat kurang dioptimalkan. Sejak awal pendidikan tidak lebih dari 10 % mata pelajaran yang memakai fungsi belahan otak kanan, misalnya untuk pengembangan kreativitas, keberanian, inovasi, dan berkesenian.
Kalau saya pikir-pikir, apa yang dilakukan UGM akhir-akhir ini melalui pengembangan soft skill mahasiswa, sistem pembelajaran Active Learning, SCL ataupun RBL, serta pengembangan semangat entrepreneurship di kalangan mahasiswa merupakan upaya untuk memberdayakan atau mengoptimalkan fungsi otak kanan, sehingga tercapai keseimbangan fungsi otak kanan dan otak kiri. Dengan program-program tersebut, diharapkan mahasiswa mempunyai kemampuan berkomunikasi, berani mengambil resiko, berani menghadapi tantangan, semakin kreatif – inovatif , dan sebagainya.

Otak kiri banyak dikaitkan dengan fungsi akademik spt :
a)kemampunan bercakap
b)kemampuan berbahasa
c)membaca tulisan, logik, angka, analisis, dan lain-lainnya.
Biasanya ia diidentitikan dengan kecerdasan analitik atau intelek. Maksudnya otak kiri kita ini banyak berkait dengan kemampuan matematik, analisis dan kemampuan berfikir secara sistematik. Cara kerja otak ini sangat rapi, dan terstruktur/tersusun. Biasanya otak kiri ini sangat bermanfaat digunakan untuk memahami hal-hal yang kompleks dan perlu pemikiran yang mengkhusus. Individu yang biasanya lebih menggunakan otak kiri adalah seorang penganalisis, pengkaji, Ahli matematik atau saintis.
Sementara Otak kanan pula adalah tempat untuk perkembangan hal-hal yang bersifat: a)artistik
b)kreativiti
c)perasaan & emosi
d)gaya bahasa
e)irama musik
f)imaginasi & fantasi
g)warna
h)pengenalan diri dan orang lain serta hubungan sosial
i)pengembangan keperibadian.
Jika individu yang banyak yang mengatakan otak kiri dilabel sebagai pengendali IQ (Intelligence Quotient), otak kanan pula memegang peranan penting bagi perkembangan EQ (Emotional Ouotient). Fungsi dari otak kanan ini adalah untuk mengurus pola berpikir kreatif manusia, contohnya adalah kemampuan komunikasi (lingusitik). Cara kerja otak kanan ini biasanya tidak terstruktur, dan cenderung tidak memikirkan hal-hal yang terlalu khusus iaitu bertentangan dengan otak kiri. Contoh orang yang mengunakan otak kanan dibandingkan otak kirinya adalah seorang seniman, pelukis dan sebagainya.

Minggu, 21 Maret 2010

Bahaya ROKOK...

Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

Tulisan ini mungkin sama nasibnya dengan kumpulan aksi anti rokok yang didengungkan seperti diatas, tetapi saya mencoba membahasnya dari sudut kimia sesuai dengan literatur yang dipunyai, dengan harapan pembaca situs ini yang mayoritas dari jurusan kimia akan lebih mudah memahami ketimbang saya membahas dari sudut kesehatan, lingkungan atau industri. Sehingga mudah-mudahan setelah membaca artikel ini.setidaknya ada beberapa orang dapat berhenti merokok.

Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)

Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

reaksi pembakaran rokok

Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin

Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.

Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.

Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari pelbagai sumber)

Rabu, 17 Februari 2010

Prospek Bisnis Jasa Pelatihan Ketenagalistrikan

Dalam penguasaan teknologi sistem ketenagalistrikan (pembangkitan, penyaluran, dan distribusi) diperlukan sumber daya manusia (SDM), baik tenaga terampil maupun tenaga ahli yang dapat merencanakan/merancang, membangun, mengoperasikan, memelihara dan melakukan litbang ketenagalistrikan yang dapat berkembang secara dinamis sesuai dengan tuntutan kualifikasinya. Untuk memenuhi kebutuhan SDM secara kualitatif dan kuantitatif di bidang ketenagalistrikan, perlu dikembangkan suatu jasa pendidikan dan pelatihan yang sesuai dengan jenjang kualifikasinya. Pada saat ini sudah banyak lembaga formal penyelenggara program pendidikan bidang ketenagalistrikan, yaitu sekolah kejuruan teknik listrik, jalur program diploma sampai dengan D3, dan Sl jurusan teknik listrik/mesin. Di sisi lain, program pelatihan bidang ketenagalistrikan belum begitu banyak tersedia. Jasa pelatihan yang sudah adapun masih terbatas pada pemenuhan kebutuhan masing-masing institusi yang bergerak di bidang ketenagalistrikan. Dengan perkataan lain jasa pelatihan tersebut belum berorientasi kepada jenjang keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pengguna (perusahaan) secara umum dan belum terakreditasi. Pelatihan ketenagalistrikan diharapkan memenuhi kualifikasi yang diakui secara nasional maupun secara internasional dengan imaksud untuk meningkatkan kompentensi SDM dalam rangka memenuhi tuntutan kualifikasi SDM sesuai dengan klasifikasi pekerjaannya di bidang ketenagalistrikan.

Problematika SDM
Pembangunan instalasi tenaga listrik dari tahun ke tahun semakin komplek sejalan dengan perkembangan teknologi ketenagalistrikan. Kini, tenaga listrik tidak hanya harus memenuhi kualitas dan keandalan sistem, tetapi juga harus berwawasan lingkungan. Tuntutan akan kualitas, keandalan dan berwawasan lingkungan tersebut mengharuskan teknologi ketenagalistrikan berkembang dari tahun ke tahun dan sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia masih pada tahap pemakai teknologi ketenagalistrikan tersebut, walaupun dalam skala kecil sudah memiliki industri peralatan tenaga listrik. Program pelatihan diperlukan untuk setiap pegawai/petugas baik pada saat awal memasuki sebuah perusahaan maupun secara berkelanjutan mengikuti tuntutan pekerjaan. Pelatihan diawal pekerjaan bertujuan meningkatkan kompetensi yang harus dimiliki tenaga teknik, yang merupakan persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan. Pelatihan lanjutan dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensinya ke jenjang keahlian yang lebih tinggi dibidangnya atau penyesuaian apabila ada teknologi baru yang harus ditangani dibidangnya atau membentuk kemampuan baru jika pindah bidang kerjanya.
Dengan Profil SDM di bidang ketenagalistrikan yang beraneka ragam, maka masalah yang menonjol saat ini adalah tidaklah mungkin suatu lembaga pendidikan formal secara spesifik dapat menyediakan SDM untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Lulusan dari lembaga pendidikan formal tidak mungkin dapat langsung mampu bekerja sesuai dengan jenjang kualifikasi tenaga teknik. Sebagian besar program-program pelatihan bidang ketenagalistrikan belum mengacu kepada profil jenjang keahlian kebutuhan pekerjaan yang berlaku secara umum. Hal ini terutama disebabkan oleh belum adanya ketentuan yang mengatur kualifikasi tenaga kerja (SDM) selama ini. Lembaga dan program pelatihan yang ada tersebut belumlah terakomodasi secara formal dan jenjang keahlian lulusannya pun secara formal belum diakui oleh suatu lembaga berwenang dalam hal pelatihan bidang ketenagalistrikan. Mutu atau kualitas lulusan dari berbagai lembaga pendidikan yang setingkat juga masih sangat bervariasi sehingga pada saat awal memasuki pekerjaan sering dijumpai kesenjangan yang dapat menghambat tercapainya sasaran yang diinginkan. Hal lain yang juga sangat penting adalah sudah semakin terbukanya persaingan dalam memenuhi SDM yang memiliki standar kompetensi yang diakui secara regional maupun international, terutama menjelang diberlakukannya AFTA tahun 2003 dan kesepakatan APEC pada tahun 2010 dan 2020.
Di bidang pekerjaan instalatur, masalah menonjol adalah sampai saat ini belum mempunyai sertifikasi keahlian atau keterampilan yang standar. Sedangkan masalah menonjol di bidang pembangkit tenaga listrik adalah perlu adanya sertifikasi kemampuan dan keahlian bagi SDM kontraktor atau sub kontraktor pada proyek pembangunan pembangkit listrik. Sehubungan dengan itu, diperlukan program pelatihan melalui lembaga pendidikan non formal, yang tidak memerlukan waktu lama, untuk dapat menunjang program pendidikan formal. Program pelatihan tersebut dirancang berorientasi kepada peningkatan/ pengembangan kompetensi dari lulusan pendidikan formal agar dapat memasuki lapangan kerja atau melaksanakan pekerjaan sesuai dengan tuntutan jenjang keahliannya.

Prospek Bisnis Jasa Pelatihan
Jumlah tenaga kerja dan profil jenjang keahlian dari tenaga (terampil dan ahli) yang diperlukan di masa mendatang untuk penyediaan tenaga listrik terus berkembang secara dinamis. Pada dasarnya profil jenjang keahlian SDM di sisi permintaan (lapangan pekerjaan) terdiri dari operator/tukang, teknisi, ahli teknik dan enjinir. Masing-masing kualifikasi tenaga teknik ini juga ditentukan oleh jenis/ klasifikasi pekerjaannya. Secara umum, berdasarkan kebutuhan di sisi permintaan, jenis/klasifikasi pekerjaan bidang ketenagalistrian yang memiliki prospek untuk dikembangkan adalah bidang ·perencanaan dan rekayasa, ·konstruksi yang meliputi konsultan perencana, konsultan manajeman, konsultan pengawasan, dan kontraktor pembangunan; dan ·operasi yang meliputi meliputi pengujian, operasi, dan pemeliharaan. Dari masing-masing jenis/klasifikasi pekerjaan ini dan tingkat kesulitan tugas untuk pekerjaan kiranya dapat digunakan sebagai persyaratan kompetensi tenaga teknik yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
Potensi SDM yang dapat dikembangkan diantaranya adalah tenaga instalatur dan tenaga kerja bidang perencanaan dan rekayasa untuk pemenuhan kebutuhan pasar global, tenaga kerja pelaksana yang memenuhi standar kemampuan dibidang pembangunan ketenagalistrikan yang akan dilakukan pihak asing. Pada saat ini, jumlah lembaga pelatihan di bidang ketenagalistrikan belum banyak. Lembaga jasa pelatihan yang ada masih merupakan bagian dari suatu perusahaan misalnya PT PLN (Persero). Selain itu, dengan jumlah program pelatihan yang terbatas, perguruan tinggi dan beberapa perusahaan swasta juga telah menyediakan jasa pelatihan bidang ketenagalistrikan. Umumnya program pelatihan yang dikembangkan didasarkan pada kebutuhan perusahaan atau permintaan yang dirancang berdasarkan kaidah-kaidah baku suatu program pelatihan, yakni melalui suatu analisis kebutuhan pelatihan (training need analysis).
Melihat luasnya ruang lingkup pekerjaan dan kondisi SDM bidang ketenagalistrikan saat ini, maka potensi pengembangan di bidang ini sangat besar, apalagi jika dikaitkan dengan pengembangan otonomi daerah sehingga perlu penanganan yang lebih serius baik program pelatihanya maupun pendanaannya.
Strategi pengembangan potensi ketenagalistrikan diarahkan dalam rangka perimbangan penggunaan tenaga kerja lokal, menyiapkan SDM yang handal sesuai kebutuhan pasar, menggabungkan potensi SDM dari berbagai keahlian, dan mengurangi biaya atau devisa menggunaan tenaga kerja asing.
Ada tiga pendekatan yang dapat ditempuh dalam pengembangan SDM, yaitu : ·Pengembangan jangka pendek, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan yang sangat mendesak akan tenaga kerja, baik dalam segi kuantitas maupun kualitas untuk menunjang pelaksanaan otonomi daerah. ·Pengembangan jangka menengah, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan industri berteknologi canggih, dalam rangka menangkap pangsa pasar dalam negeri. ·Pengembangan jangka panjang, SDM dipersiapkan untuk memenuhi standar kompetensi baik regional maupun international, sehingga mampu bersaing untuk mengisi kebutuhan SDM bidang ketenagalistrikan baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Pengembangan SDM dapat dilakukan secara formal maupun secara non-formal. Balai-balai latihan kerja, yang merupakan salah satu pendidikan non formal, yang lebih spesifik dan mengikuti perkembangan teknologi sektor ketenagalistrikan perlu dikembangkan oleh swasta, sehingga perusahaan dan industri dapat memanfaatkan tenaga terampil yang siap pakai. Di samping itu pendidikan formal teknik ketenagalistrikan, diarahkan kepada dan mengikuti perkembangan teknologi sektor ketenagalistrikan serta memberikan dasar-dasar yang diperlukan untuk memungkinkan belajar sendiri sehingga mampu untuk secara mandiri mengembangkan ilmu teknik, dapat bekerja dalam program penelitian, perancangan, dan rekayasa, konstruksi serta operasi dan pemeliharaan dan mempunyai bekal yang cukup untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Di samping itu pengendalian mutu dan wawasan wiraswasta perlu dimasukkan ke dalam kurikulum untuk memberikan kemampuan menciptakan kesempatan kerja.
Tersedianya komunikasi yang canggih seperti sistem komunikasi satelit, perlu dimanfaatkan untuk meratakan mutu diklat teknik sektor ketenagalistrikan diseluruh nusantara.
Sasaran bisnis jasa pelatihan diarahkan bagi tenaga teknik dengan latar belakang pendidikan formal Sekolah Menengah Kejuruan (STM Listrik/Mesin), Sekolah Menengah Umum (SMU IPA), Program Diploma (D1, D2, dan D3), dan Program S1 Bidang teknik listrik/mesin.
Tabel 1 adalah klasifikasi tenaga teknik yang menjadi sasaran untuk dikembangkan oleh bisnis jasa pelatihan. Struktur jenjang program pelatihan untuk operator, tukang, dan teknisi masing-masing terdiri dari tiga jenjang program pelatihan secara berkesinambungan. Dan seorang enjinir baru hanya perlu pelatihan untuk mempelajari ilmu-ilmu spesialisasi yang sesuai, selanjutnya seorang enjinir muda memerlukan pelatihan pelatihan pengembangan diri di dalam bidang kerja dengan mendalami ilmu-ilmu yang ada dalam pekerjaannya.
Khusus di sektor ketenagalistrikan kesempatan kerja terdapat di usaha penyediaan tenaga listrik, usaha penyediaan peralatan listrik, usaha rekayasa dan rancang bangun, usaha konsruksi dan instalasi, industri peralatan listrik, usaha dan fasilitas yang memakai tenaga listrik (usaha komersial, industri dan fasilitas umum), lembaga riset dan pengujian, lembaga pendidikan serta lembaga pemerintahan. Kesempatan kerja berperan ganda untuk meningkatkan pendapatan nasional dan pemberi nafkah serta sebagai wahana penguasaan teknologi. Lembaga penyelenggara diklat berperan dalam ikut memberikan kesempatan kerja bagi angkatan kerja yang terus meningkat dengan cepat paska krisis moneter, antara lain TKI lebih mampu mengusai secara teori dan praktek teknis ketenagalistrikan, meningkatakan potensi dan kinerja TKI di tempat kerja masing-masing. Beberapa program diklat diprioritaskan untuk penanggulangan PHK dan pemenuhan kebutukan akan permintaan tukang listrik dari negara tetangga Asean, antara lain adalah sebagai berikut:
·Teknisi sambungan listrik tegangan rendah, ·Teknisi sambungan listrik tegangan menengah, ·Teknisi pemeliharaan listrik PLTD>1 MW (dasar), ·Teknisi pemeliharaan mesin PLTD>1 MW (dasar), ·Teknisi pekerjaan dalam keadaan betegangan tegangan rendah (PDKB-TR), ·Supervisor pekerjaan dalam keadaan betegangan tegangan menengah (PDKB-TM), ·Teknisi instalasi penerangan dan tenaga, ·Teknisi operasi dan perawatan mesin untuk pembangkit tenaga listrik, ·Ahli rancang bangun peralatan berenergi terbarukan, ·Ahli teknik steam turbine balance of plant (BOP) improvement for feed condenser, ·Ahli teknik steam turbine balance of plant (BOP) improvement for feed water heater, ·Ahli teknik steam turbine balance of plant (BOP) improvement for feed deaerator, ·Ahli teknik steam turbine balance of plant (BOP) improvement for feed close cooling water heating, ·Ahli teknik steam turbine balance of plant (BOP) improvement for gland steam condenser, ·Ahli teknik heat recovery steam generator, ·Ahli teknik piping dan equipments design and layouting, ·Ahli teknik steam turbine balance of plant (BOP) manufacturing engineer.